Menikmati Kota Medan dengan Segala Suasananya

Februari 13, 2019

Di Istana Maimun Kota Medan, sayangnya saat berkunjung kesini sedang ada pesta pernikahan. Sehingga saya hanya bisa menikmati Istana Maimun hanya dari luar saja.

Kota Medan menjadi kota tujuan yang patut disinggahi oleh para traveler. Kota ini tentu saja sangat layak untuk di singgahi sebab memiliki berbagai keunikannya. Sebagai salah satu dari 5 kota terbesar yang ada di Indonesia pesona kota Medan memang kaya dengan kehidupan yang menggeliat dengan ragam budaya dan keunikannya. 

Saat ini Medan menjadi kota yang sibuk, aktivitas penduduknya yang ramai membuat hiruk pikuk Kota Medan tak terhindarkan. Bagi para traveler tentunya tak sulit untuk menikmati suasana yang apa adanya seperti kota-kota lain yang pernah dikunjungi. 

Tanpa diminta kota Medan ini telah menyodorkan pola dan gaya kehidupan nya sendiri. Kota yang juga memiliki image yang di  bawa sebagai kota orang Batak misalnya. Meski begitu tetap saja menjadi konsumsi traveler yang membuatnya mendapat kejutan-kejutan kecil saat berada didalamnya. 


Ternyata Istana Maimun selain tempat wisata juga bisa menjadi tempat pesta pernikahan lho. Gak kebayang deh jika pesta pernikahan di lakukan di sebuah Istana yekan... Wahh kisah mereka yang nikah disini kayak Rich gitu yaak..ehehe.

Yang pada kenyataannya kota Medan menjadi kota yang tidak hanya di huni oleh satu etnis tertentu. Ada etnis yang mendominasi memang tapi tak membuat etnis lain yang minoritas tak memiliki kesempatan menjalani kehidupannya. Semuanya memiliki kesempatan dan menjalani kehidupannya secara bersama-sama. 

Orang Melayu, orang Jawa, orang India,  orang Batak, orang Karo, orang Aceh dan orang Cina dengan suku berbeda lainnya ada dalam kota Medan. Menegaskan kembali bahwa kota Medan adalah kota dengan Multietnis yang mampu hidup bersama berdampingan dan damai. 

Kota Medan kota yang sangat layak menjadi kota yang memberikan contoh bahwa hidup berdampingan dengan perbedaan tak membuat saling silang dan bermusuhan, tetapi tetaplah damai dan membangun kehidupan dalam ruang kebersamaan untuk kehidupan lebih baik. Sehingga segala perbedaan itu adalah menjadi sebagian bentuk dari kesadaran untuk saling mengenal dan melakukan aktivitas kehidupan bersama-sama. 

Uraian diatas bukanlah sebagai penghias atas apa yang saya ingin ceritakan melalui blog ini. Tetapi sebagai kesimpulan bagi saya yang melakukan perjalanan dan pernah menetap di kota Medan ini. Dan kenangan yang tak akan pernah terlupakan selama di kota Medan. Maka sedikit cerita pengalaman ini dapat menjadi penanda akan kenangan tersebut yang saya tuliskan disini. 

Menuju kota Medan banyak cara dan pilihan transportasi. Bagi para traveler tentunya paling akrab dengan tiga jalur hubung udara, laut dan darat. Dari ibukota Jakarta menuju medan dapat melalui ketiga jalur tersebut. 


Menuju ruang tunggu Bandara Soekarno Hatta untuk penerbangan CGK-KNO. 

Saya terbiasa dengan jalur udara dengan naik pesawat. Sebelum Bandara Kualanamu jadi, saya pernah juga merasakan Bandara Polonia yang sekarang menjadi pangkalan udara militer. Kenangan Bandara Polonia pun pernah dikisahkan dalam sebuah lagu yang legendaris oleh penyanyi Titik Puspa. Bandara Kualanamu menjadi Bandara terbesar di Medan dan sangat indah. Bandara yang cukup luas dan daya tampung yang besar untuk moda transportasi udara seperti pesawat terbang. Berbagai fasilitas layanan publik penunjang penumpang pesawat tersedia dengan baik. 

KNO begitu kode penerbangan tujuan Medan. Meski tidak berada di jantung kota Medan, Kualanamu menjadi letak bandar udara untuk menuju Medan dan wilayah sumatera utara. Suasana Bandara Kualanamu juga sangat cantik dan modern. Bentuk bangunan yang eksentrik juga fungsional menjadi satu bangunan bandara terindah di indonesia. 

Dari kualanamu menuju jantung kota medan membutuhkan waktu tak kurang dari satu jam melalui jalan tol. Saat ini aplikasi online seperti grab dan gojek juga sudah ada di kota Medan. Jadi sangat memudahkan jika hendak bepergian di dalam kota Medan. 

Jadi sekarang ini jika para traveler datang ke kota Medan jangan khawatir dengan ongkos yang mahal yaa. Layanan transporasi yang dikenal dengan istilah ojol atau ojek online juga sudah banyak tersedia. Harga yang ditawarkan pun  cukup reasoneable. 

Sebagai kota dengan multietnis, kota Medan juga adalah kota dengan mayoritas suku Melayu. Suku Melayu dikenal dengan sebagai ibu bahasa persatuan Indonesia yaitu Bahasa Indonesia yang hingga saat ini digunakan dan diajarkan dalam pendidikan dasar dan lanjutan. Ini merupakan salah satu keunikan kota Medan yang tak bisa dilupakan. Semua orang disini sangat fasih berbahasa Indonesia. Meski berbahasa melayu juga memiliki keunikan tersendiri jika dipelajari lebih dalam. 


Makam Tengku Amir Hamzah yang letaknya di Tanjung Pura, yang dapat di tempuh dalam dua jam dari pusat Kota Medan.  

Bahasa percakapan di Kota Medan sangat lah mudah, meski ada beberapa perbedaan yang menjadi ciri khas  bahasa orang Medan dan umumnya juga orang Sumatera. Konon pujangga dan penyair besar negeri ini terlahir dari kota Medan ini. Tak tanggung-tanggung dari angkatan Pujangga Baru seperti Amir Hamzah dan penyair besar juga sangat legendaris Chairil Anwar adalah anak Medan. 

Mungkin juga inilah yang menjadikan bahasa melayu menjadi bahasa yang dianggap dapat mempersatukan Indonesia dengan cakupan wilayah yang luas dari Sabang hingga Merauke. Peran serta para pujangga dan penyair besar tersebutlah yang menjadikan bahasa melayu menjadi ibu dari bahasa Indonesia. 

Inilah juga yang menjadikan kota Medan sangat patut dikunjungi untuk menggali bahasa Indonesia lebih dalam lagi. Wisata sejarah yang kaya dan penuh orisinalitas dari kehidupan masyarakatnya sehari-hari.

Di kota Medan banyak tempat yang dapat dikunjungi. Seperti Istana Maimun, Masjid Al Ma'sum, Lapangan Merdeka atau Merdeka Walk, Rumah Tjong Afie dan lainnya. Lokasinya berdekatan di pusat kota Medan. Bahkan baru-baru inj juga ada pameran koran lama masa perjuangan di kantor Gubernur Sumatera Utara dekat lapangan merdeka. 

Jadi kalau ingin jalan-jalan Medan citiwalk dari pagi hingga malam pilihlah tempat menginap di pusat kota Medan. Banyak sekali tempat menginap disini, dari hotel murah hingga hotel bintang 5. Kalau mau menginap bisa rencanakan dengan membelinya jauh hari. 

Seperti yang pernah saya lakukan adalah lihat-lihat hotel di Medan dari hotel murah sampai hotel bintang 5 melalui pegipegi.com. Agar saya dapat menghitung biaya dengan tujuan bisa lebih menghemat. Dan bahkan bisa memilih hotel yang dapat memanjakan saya selama travelling dimanapun. 


Salah satu hotel di Medan yang lobbynya seperti di rumah sendiri. Besar dan terasa homey.

Sehingga ada sedikit perencanaan, atau sebagai seorang traveler biasanya pasti sudah menyusun ittinerary terlebih dahulu. Yang biasa melakukan perjalanan tanpa ittinerary juga gak masalah. Banyak kejutan lho untuk sekedar Citiwalk Kota Medan dalam sehari semalam.

Dari hotel untuk melakukan city tour singkat sehari bisa memanfaatkan Becak Motor lho. Becak motor juga merupakan ciri khas yang ada di Medan. Pengalaman naik becak motor seru lho...beda dengan naik becak pada umumnya. Untuk biayanya lakukanlah tawar menawar dengan si abang becaknya. Supaya dapat mengantar juga sekalian menjadi guide selama city tour. Dipandu oleh abang becak itu banyak kejutannya ehehe. Tapi memang tak semua abang Becak di Medan ini bisa menjadi guide ya. Seribu satu lah menurutku, dan mungkin ini hanya kebetulan saja terjadi sama apa yang aku alami.  

Atau jika ingin lebih simpel naik ojol juga sudah banyak tersedia di kota Medan. Dan pastinya banyak waktu yang bisa dimanfaatkan dan bisa berlama-lama di satu spot destinasi. Dengan berlama-lama di satu spot destinasi tentunya akan bisa membuat foto-foto kenangan yang ciamik apik dan instagramable.


Nasi Prang

Oiya kota Medan ini juga banyak memiliki kuliner yang patut di nikmati. Ada Mie Sop, Durian, Mie Aceh, Kopi, Lontong Medan, Nasi Lemak, Nasi Prang dan lain-lain. Untuk makanan paling berciri khas adalah makanan yang berlemak seperti Rendang, Kari, Tauco dan lainnya. Masih banyak lagi kuliner yang belum terangkat sebagai ciri khas kota medan. Dilain kesempatan akan saya tulis satu persatu menu makanan itu yaa...

Demikian saja dahulu cerita tentang kota Medan ini. Lain waktu akan saya tulis kembali secara lebih spesifik. Doakan sehat selalu yaa...

Salam.

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan berbagi...
Bergembira selalu !!