Tulisan enak, berat dan ringan di Blog ; sebuah paradigma

Februari 01, 2019

Ilustrasi Dokpri

Seberapa sering kamu suka membaca blog? Pertanyaan ini membuat saya bertanya pada diri sendiri dan membuat saya merenungkan kembali sudah banyakkah blog yang saya baca?

Sesering dan sebanyak mungkin membaca blog pasti juga menemukan ketiga hal yang menjadi judul tulisan ini diatas. Ada tulisan enak, ada tulisan berat juga ada tulisan ringan. Ketiganya ini menyoal rasa.

Rasa yang hanya dapat di pahami oleh pembaca dan memiliki kecenderungan dari karakter pembaca nya sendiri. Rasa yang membawa sebuah tulisan menjadi kesan  dan berbekas dihati pembacanya.

Sudut pandang dan selera pembaca menjadi titik acuan bagaimana ketiga rasa itu menetap di kepala pembaca.

Membaca blog banyak sekali manfaatnya, diantaranya ada informasi, pengetahuan dan inspirasi. Adakalanya juga menjadi sebuah karya tulis semacam menceritakan pengalaman pribadi.

Ilustrasi dokpri

Hal-hal tersebut bukanlah sesuatu yang mudah di lakukan. Sebab menulis merupakan sebuah usaha untuk menyampaikan isi kepala kedalam sebuah layar blog. Dengan berbagai cara dan pengetahuan yang di miliki oleh penulis.

Melalui blog kini setiap orang dapat menulis. Menulis sesuatu ataupun hanya menampilkan gambar saja dalam blognya. Dengan kemudahan tersebut sekarang semakin banyak orang bisa menghasilkan tulisan.

Tak peduli orang dewasa, remaja juga anak-anak. Semua memiliki kesempatan menjadi penulis dan menghasilkan informasi, pengetahuan dan inspirasi.

Melalui blog kesempatan orang untuk menuliskan apa saja bisa dilakukan. Asal tentunya bukan sesuatu yang negatif. Seperti issue sara, ras, agama atau apapun itu yang berakibat negatif.

Semua tulisan blog akan menuju segmen pembacanya. Apalagi jika tulisan tersebut memang segmented. Atau memiliki fokus secara khusus seperti travelling, food, fotography atau lainnya.

Nah kembali kepada soal, berat ringan dan enak sebuah tulisan blog itu kembali kepada pembacanya sendiri.  Adakalanya tulisan banyak typo tetapi maksud yang di tuju oleh si penulis tersampaikan. Tetapi butuh waktu yang lumayan lama. Sebab pembaca yang bekerja untuk menduga setiap kata.

Ada dua hubungan antara pembaca dan penulis. Penulis blog atau penulis lainnya dalam hal ini memiliki nilai hubungan yang sama. Yang menjadikan keduanya melewati jalan literasi bersama.

Sampai disini dulu tulisan ini. Masih banyak yang ingin disampaikan. Tetapi biarlah segini saja dahulu. Penulis mulai lelah dengan pikirannya sendiri.

Demikian
Salam

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan berbagi...
Bergembira selalu !!