Langsung ke konten utama

Chrisye Dalam Film Layar Lebar


Rabu, 21 September 2016 lalu sebuah press conference awal sebuah film yang segera produksi berjudul Chrisye diselenggarakan. Saya mengikuti kegiatan tersebut setelah sebelumnya mendaftar melalui komunitas Blogger Reporter ID (BRID). Ini merupakan pengalaman yang menarik bagi saya untuk mengikutinya. Sebab produksi film ternyata tak hanya melalui berbagai proses yang sangat panjang namun juga memerlukan keseiringan dengan promosinya. Treatment sebuah produksi film setahu saya memang memerlukan waktu yang tidak pendek. Dan seiring berjalan produksi treatment promosi juga dilakukan, ini mungkin juga merupakan salah satu strategi bagi production house untuk setidaknya mampu menggandeng sponsor untuk produksi film mereka.

Film Chrisye yang akan mulai produksi pada awal tahun 2017 digarap bersama MNC picture dan Vito Global Visi. Dan akan disutradarai oleh Rizal Mantovani seorang sutradara Film Layar lebar dan juga memiliki kedekatan personal dengan sosok Chrisye. Kisah seorang sosok Chrisye menjadi sangat menarik untuk di filmkan berdasarkan achievement beliau (alm) bagi pergulatan music Indonesia. Chrisye sangat erat dengan dunia musik seperti yang kita kenal, bahkan karya-karya yang telah tercipta melegenda dalam ingatan sejarah musikalitas negeri ini. Inilah juga hal yang disampaikan oleh Titan Hermawan wakil direktur MNC picture dan di amini oleh Toro mewakili Vito Global Visi dalam konfrensi pers rabu lalu. Yang di hadiri pula oleh boeberapa team produksi yang terlibat. Diantaranya Penulis naskah Alin Sudio, Rizal Mantovani sebagai sutradara, Lukman Sardi selaku produser kreatif MNC picture, dan Toha sebagai produser. Juga tokoh yang sangat penting bagi sosok Chrisye adalah Ibu Damayanti Noor sebagai istri yang menemani selama hidup alm Chrisye.

Rizal Mantovani

Produksi film Chrisye bukan suatu hal yang dilakukan tanpa proses idea awal. Titan Hermawan mengatakan betapa pemikiran panjang dan diskusi yang juga cukup panjang ia lalui sebelumnya. Maka orang pertama yang menjadi sumber tutur cerita adalah Ibu Damayanti Noor yang menjadikan inti dari film Chrisye ini di gali. Dan juga sebagai saksi hidup bagi kehidupan almarhum Chrisye pada proses produksi. Dan beliau Ibu Damayanti Noor menyampaikan bagaimana sosok Chrisye dari berbagai sudut untuk mengungkap lebih jauh seberapa penting dan sarat pesan akan hal yang sepertinya ada bagian dari Chrisye yang belum tersampaikan.

Chrisye dan karya-karyanya sudah milik negeri ini, namun apakah mereka tahu bagaimana proses karya-karya itu tercipta? Bagaimana kehidupan Chrisye dalam dunia selain dunia panggung dan musik? Bagaimana pergolakan batinnya? Dan segala kegelisahan hidup yang membuatnya hidup dan dikenang dalam relung-relung jiwa penikmat karya-karyanya. Film adalah media yang dirasa mampu menguak seluruh pertanyaan itu. Sebab banyak hal tentang konektivitas dapat terhubung dengan kuat melalui karya film. Tak pelak juga adalah film yang mampu menceritakan kembali kehidupan seorang tokoh yang telah melahirkan karya-karya terbaik sepanjang hidupnya.

Titan Hermawan

Melalui Film Chrisye ini Titan Hermawan mengharapkan bahwa proses hidup dan proses berkesenian musik Chrisye  akan menggugah bagi seniman-seniman yang masih ada dan bergulat didalam dunianya. Sebab suatu proses hidup adalah satu hal yang menjadi penting bagi pesan-pesan yang mungkin belum tersampaikan oleh karya itu sendiri. Di balik karya apapun ada kisah di baliknya yang sangat menggugah kesadaran mencipta karya. Seorang Chrisye adalah salah satunya yang menjadi bagian penting untuk diketahui oleh seluruh pencinta seni negeri ini.

Demikianlah apa yang telah saya saksikan dan dengar dalam pers conference awal Film Chrisye yang akan diproduksi awal tahun 2017 nanti. Khalayak penonton film Indonesia akan disuguhkan kembali oleh film-film inspiratif biopic. Yang tentunya menambah warna perfilman Indonesia.

Vino G Bastian

Oya, pemeran utama sebagai Chrisye akan diperan kan oleh aktor yang sangat tidak asing bagi perfilman Indonesia yaitu Vino G Bastian. Dan Vino dipilih oleh Ibu Damayanti Noor. Dan yang masih dalam pencarian adalah tokoh yang menjadi Ibu Damayanti Noor sendiri. Siapakah aktris itu mari kita tunggu bersama ya...

Sekian.

Komentar

  1. Lagu-lagunya Chrisye selalu ada di playlist saya, dia musisi Indonesia ter-favorit saya. Benar-benar Sang Legenda. Jadi penasaran nih, pengen nonton filmnya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, fans berat nih...tunggu tahun depan mas produksinya, mari menanti dengan sabar :)

      Hapus
  2. Jadi penasaran nih siapa yang bakal memerankan Ibu Yanti, istri almarhum Chrisye...

    BalasHapus
  3. gak sabar nih nunggu film ini kelar shooting...

    BalasHapus
    Balasan
    1. tahun ini tayang nihh..semoga di undang lagi pas tayang perdana nya

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan berbagi...
Bergembira selalu !!

Postingan populer dari blog ini

Pahlawan Masa Kini

Apa yang dimaksud dengan Pahlawan ? dan bagaimana kaitannya dengan waktu masa kini? Dua pertanyaan ini muncul ketika saya berulang membaca kalimat Pahlawan masa kini. Dan kemudian saya renungi dengan seksama kalimat itu. Apa sesungguhnya arti pahlawan bagi sebagian orang pada masa kini. Tidak ada salahnya merenungi sebuah kalimat untuk memahami lebih jauh apa makna yang terkandung didalamnya. Namun kemudian muncul pertanyaan untuk apa berupaya keras memahami maknanya dan hal ini pun menjadi deretan pertanyaan selanjutnya menggenangi rasa ingin tahu saya lebih jauh.
Pahlawan dalam pengertian yang lacur di pahami sebagian orang jika dikaitkan dengan perjuangan kemerdekaan RI adalah orang yang sedang berperang mengangkat senjata. Yaitu orang-orang yang hidup pada masa perang yang berjuang merebut kemerdekaan dari penjajah. Dan selalu identik dengan orang yang membawa senjata berperang di medan tempur untuk menjadi pahlawan. Padahal jika kita mau menelisik kearah sudut pandang lain bahwa …

Potong Rambut di Kaizen

Sebelum mudik seperti biasa saya rapih-rapihin rambut, soalnya mau ketemu dan sungkeman dengan mertua. Kalau nggak rapi gimana gitu..udah setahun nggak ketemu. Tempat potong rambut langganan di Bonang di komplek tempat tinggal kebetulan lagi tutup, untungnya saya punya tempat potong rambut favorit di mall. Sambil nemanin istri belanja sekalian deh melipir ke KAIZEN buat potong rambut. Soal harga memang beda jauh sih dengan tempat potong rambut di komplek saya, tapi hasil potongnya sama-sama memuaskan.


Awalnya paling nggak suka potong rambut di mall. Sewaktu jalan ke mall bareng istri KAIZEN di mall Sumarecon Serpong baru saja buka. Dan pas banget rambut lagi gondrong, jadi lah istri maksain potong rambut di KAIZEN. Waktu baru buka harganya masih promo kalau nggak salah sekitar 25ribu. Setiap potong rambut selalu ditanyain mau model rambut kayak apa, kalau saya sih selalu bilang 1 senti, si mbaknya udah paham. Soalnya dari awal buka sudah beberapa kali potong rambut di KAIZEN Sumare…