Langsung ke konten utama

Jakarta Aquarium Oase Edukasi Alam di Tengah Kota

Pinguin Humboldt asal Peru ini merupakan generasi ketiga yang berhasil dikembangkan oleh Taman Safari Indonesia

Sekedar melihat hewan-hewan tertentu seperti pinguin, ikan-ikan dan binatang melata lainnya di tengah kota sepertinya adalah vivid dream dalam kepala saya. Hal ini terungkap ketika saya bersama temanteman Komunitas BloggerCrony turut menghadiri gathering yang di selenggarakan oleh Jakrta Aquarium  di Neo Soho kawasan Podomoro Land Jakarta Barat yang bersebelahan dengan Central Park. Tepatnya di Pinggo Resto yang berada dalam satu areal Jakrta Aquarium yang terintegrasi dengan Mall Neo Soho. Tentunya inilah kabar yang sungguh menjadi kabar gembira bagi saya bahwa di tengah kota yang padat ini bisa dijumpai habitat hewan laut, dan mamalia subtropis yang sejatinya tidak terdapat dalam habitat hewani di Indonesia. Namun hewan tersebut ternyata ada dan bisa hidup dan berkembang biak di negeri ini.
Pinguin Humboldt asal Peru ini merupakan generasi ketiga yang berhasil dikembangkan oleh Taman Safari Indonesia

Pinguin yang ada adalah salah satu dari spesies unggas yang hadir melengkapi Jakarta Aquarium. Segala rumusan dan pertimbangannya untuk menjadi pilihan dibukanya Jakarta Aquarium mungkin telah melewati berbagai proses yang panjang. Dan kehadirannya kelak akan bisa dilihat oleh pengunjung dari berbagai lapisan masyarakat dan para pegiat edukasi konservasi yang ada di Indonesia di jakarta di bulan Februari 2017 nanti. Kelak akan terdapat binatang mamalia laut lainnya yang ada di Lembaga Konservasi Jakarta Aquarium.

Lembaga Konservasi Jakarta Aquarium juga merupakan bagian dari Taman Safari Indonesia serta bekerja sama dengan Aquaria KLCC Singapore. Lembaga Konservasi ini berfungsi sebagai tempat pemdidikan, peragaan, penitipan satwa sementara, sumber indukan, cadangan genetik untuk mendukung populasi in-situ, sarana rekreasi sehat, dan sarana penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Tidak mudah untuk mendirikan Taman Satwa sebagai tempat Konservasi. Setidaknya ada beberapa kriteria untuk berdirinya Taman Satwa:

a.      Memiliki satwa yang dikoleksi sekurang-kurangnya 2(dua) kelas taksa  

b.      Memiliki luas areal sekurang-kurangnya 2(dua) hektar 

c.      Memiliki jenis satwa yang dilindungi, satwa yang tidak dilindungi dan/atau satwa asing

d.     Memiliki sarana pemeliharaan dan perawatan satwa, sekurang-kurangnya terdiri atas :

  •   Kandang pemeliharaan, perawatan dan pengembangbiakan
  •   Kandang peragaan
  •   Prasarana pendukung pengelolaan satwa yang lain

e.      Memilki fasilitas untuk pengunjung antara lain :

  •    Pusat informasi umum
  •    Toilet
  •    Kantin atau restoran

Segala kriterium untuk menjadikannya tempat konservasi atau dengan kata lain habitat yang dibuat seperti habitat aslinya  dengan tujuan menjadi tempat pendidikan bagi masyarakat luas tentu telah menjadi kriterium internasional untuk tetap menjaga ekologi sebagaimana mestinya. Seperti yang ada dalam standar internasional Association of Zoos and Aquariums (USA).

Kebutuhan
Standar AZA
Jakarta Aquarium
Area Darat
0,7m2 /ekor
Total Area – 36m2
 (6m2 /ekor)
Area Air
0,4m2 /ekor
Total Area – 40m2
(6,67m2 /ekor)
Kedalaman Kolam
0,9 meter
1 meter
Volume Air
2025 L /ekor
Total Volume – 36000 L 6000L /bird


Begitu pentingnya edukasi satwa laut dan satwa lainnya kepada masyarakat luas akan sangat berarti. Tentu hasil akhir yang di harapkan adalah kesadaran itu sendiri. Manusia sebagai makhluk sosial yang tidak pernah berdiri sendiri dan selalu terikat hubungan (conection) dengan makhluk lainnya seperti satwa yang ada di luar sana.


Akan halnya setiap orang yang ingin terus memahami apa yang terjadi disekitarnya terutama alam di sekitarnya. Berapa banyak pertanyaaan sudah yang sering muncul dan mungkin hanya sedikit yang dapat terjawab. Sumber-sumber pengetahuan tentang hewan dan makhluk lainnya yang hidup di habitat yang sangat sulit di jamah selain dengan cara sulit juga cukup memakan waktu yang cukup banyak. Bisa-bisa selama menuju tempat habitat hewan ini akan menghabiskan waktu seumur hidup kita.

Bagi saya Jakarta Aquarium sebagai konservasi buatan di tengah kota adalah juga oase akan ilmu pengetahuan yang akan mampu mendekatkan manusia untuk mengenal kehidupan global (bumi).

Demikian terimakasih. 

Komentar

  1. Wah Baru nih :) Bagus Dan mengedukasi harusnya makin banyak tempat begini di Jakarta 👍

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan berbagi...
Bergembira selalu !!

Postingan populer dari blog ini

Chrisye Dalam Film Layar Lebar

Rabu, 21 September 2016 lalu sebuah press conference awal sebuah film yang segera produksi berjudul Chrisye diselenggarakan. Saya mengikuti kegiatan tersebut setelah sebelumnya mendaftar melalui komunitas Blogger Reporter ID (BRID). Ini merupakan pengalaman yang menarik bagi saya untuk mengikutinya. Sebab produksi film ternyata tak hanya melalui berbagai proses yang sangat panjang namun juga memerlukan keseiringan dengan promosinya. Treatment sebuah produksi film setahu saya memang memerlukan waktu yang tidak pendek. Dan seiring berjalan produksi treatment promosi juga dilakukan, ini mungkin juga merupakan salah satu strategi bagi production house untuk setidaknya mampu menggandeng sponsor untuk produksi film mereka.
Film Chrisye yang akan mulai produksi pada awal tahun 2017 digarap bersama MNC picture dan Vito Global Visi. Dan akan disutradarai oleh Rizal Mantovani seorang sutradara Film Layar lebar dan juga memiliki kedekatan personal dengan sosok Chrisye. Kisah seorang sosok Chrisy…

Pahlawan Masa Kini

Apa yang dimaksud dengan Pahlawan ? dan bagaimana kaitannya dengan waktu masa kini? Dua pertanyaan ini muncul ketika saya berulang membaca kalimat Pahlawan masa kini. Dan kemudian saya renungi dengan seksama kalimat itu. Apa sesungguhnya arti pahlawan bagi sebagian orang pada masa kini. Tidak ada salahnya merenungi sebuah kalimat untuk memahami lebih jauh apa makna yang terkandung didalamnya. Namun kemudian muncul pertanyaan untuk apa berupaya keras memahami maknanya dan hal ini pun menjadi deretan pertanyaan selanjutnya menggenangi rasa ingin tahu saya lebih jauh.
Pahlawan dalam pengertian yang lacur di pahami sebagian orang jika dikaitkan dengan perjuangan kemerdekaan RI adalah orang yang sedang berperang mengangkat senjata. Yaitu orang-orang yang hidup pada masa perang yang berjuang merebut kemerdekaan dari penjajah. Dan selalu identik dengan orang yang membawa senjata berperang di medan tempur untuk menjadi pahlawan. Padahal jika kita mau menelisik kearah sudut pandang lain bahwa …

Potong Rambut di Kaizen

Sebelum mudik seperti biasa saya rapih-rapihin rambut, soalnya mau ketemu dan sungkeman dengan mertua. Kalau nggak rapi gimana gitu..udah setahun nggak ketemu. Tempat potong rambut langganan di Bonang di komplek tempat tinggal kebetulan lagi tutup, untungnya saya punya tempat potong rambut favorit di mall. Sambil nemanin istri belanja sekalian deh melipir ke KAIZEN buat potong rambut. Soal harga memang beda jauh sih dengan tempat potong rambut di komplek saya, tapi hasil potongnya sama-sama memuaskan.


Awalnya paling nggak suka potong rambut di mall. Sewaktu jalan ke mall bareng istri KAIZEN di mall Sumarecon Serpong baru saja buka. Dan pas banget rambut lagi gondrong, jadi lah istri maksain potong rambut di KAIZEN. Waktu baru buka harganya masih promo kalau nggak salah sekitar 25ribu. Setiap potong rambut selalu ditanyain mau model rambut kayak apa, kalau saya sih selalu bilang 1 senti, si mbaknya udah paham. Soalnya dari awal buka sudah beberapa kali potong rambut di KAIZEN Sumare…