Tangerang – Anyer Sebuah Cerita Perjalanan Dadakan

September 11, 2017

Seringnya sebuah perjalanan itu terjadi begitu saja, tidak disangka dan diduga. Begitupun perjalananku kali ini. Melalui grup whatsapp Genpi Banten di tawarkan siapa yang bisa ikut dalam kegiatan Famtrip dan Workshop Strategi Pemasaran Banten 7 Wonders. Dan harus berangkat besoknya pula. Sempat ragu dan sedikit banyak nya berfikir. Apakah bisa besok berangkat menuju Anyer? Sebelum dapat restu Koordinator Genpi Banten mas Eko Thoha, saya belum menyiapkan apa-apa bekal perjalanan nanti. Hingga akhirnya di hari H ketika acara sebentar lagi mulai saya baru mendapat lampu hijau untuk berangkat. Alhasil saya tetap berangkat dan telat, saya tiba tepat di penghujung akhir sesi pertama workshop. Kegiatan ini belum berakhir disini. Esok hari masih ada agenda lagi untuk diikuti. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dua malam.

Menara Mercusuar Anyer

Tangerang – Anyer jika di tempuh perjalanan dengan angkutan umum seperti bus tentu bisa memakan waktu lebih lama. Berbeda jika dengan kendaraan pribadi yang bisa di tempuh dalam waktu 3-4 jam. Dengan bus umum? Wah bisa 4-6 jam. Hampir setengah hari yaa. Banten itu luas juga yaaa ehee.



Dari Kebon Nanas di siang yang terik (pukul 12.00) sudah menanti bus AC Bimasuci yang memiliki rute Kalideres-Merak. Bus ini akan melintasi jalur sepanjang tol Jakarta-Merak. Lalu akan sebentar keluar di setiap pintu tol untuk menurunkan dan menaikan penumpang hingga tujuan akhir Merak. Sementara tujuan saya untuk mencapai Anyer bisa di jangkau lebih dekat jika melalui Clegon. Baik dari Cilegon Timur ataupun Cilegon Barat. Saya memilih turun di pintu keluar tol Cilegon Barat. Dan tepat 15.30 saya tiba di Cilegon Barat.

Bagian Dalam Menara Mercusuar Anyer

Dari sini untuk menuju Anyer masih harus naik angkot dua kali lagi, namun saya coba cek melalui aplikasi Gojek ternyata di Cilegon sudah tersedia. Lantas langsung deh order Cilegon Barat - Anyer, dan orderpun berhasil. Menuju Anyer kami lanjutkan dengan ojek online dengan mengeluarkan kocek hanya IDR 78K saja. dan sampailah kami di tempat acara jam 17.20 di Jayakarta Villas Anyer. Itupun sempat terbawa nyasar 7 km lebih, sebab arahan GPS yang tidak akurat dan supir yang tidak tahu kawasan wisata Anyer ini.

Kegiatan Famtrip dan Workshop Strategi Pemasaran Banten 7 Wonders  ini diadakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Banten dan di ikuti oleh seluruh stakeholder pariwisata yang ada di Banten. Mulai dari penyelenggara travel, Pramuwisata, Hotel dan Homestay juga pelaku profesional dan penyelengara event. Hampir lengkap. Seluruh komponen stakeholder hadir disini. Dan saya banyak berkenalan dengan peserta yang hadir disini dan mendapat pengetahuan yang lebih komprehensip mengenai pariwisata di Banten.

Puncak Pilar, Desa Cikolelet

Sesi workshop strategi pemasaran yang saya ikuti usai hingga malam pukul 21.00. Saya pun berlanjut untuk istirahat dan memulihkan stamina malam itu. Dan besok kami semua peserta akan diajak melihat beberapa spot destinasi yang berada di kabupaten Serang. Oya kawasan Pantai Anyer ini tidak termasuk dalam rangkaian Banten 7 Wonder. Selengkapnya tujuh destinasi unggulan yang di rangkum dalam Banten 7 Wonder adalah : Banten Lama, TNUK (Taman Nasional Ujung Kulon), Pulau Sangiang, Suku Baduy, Pulau Umang, Tanjung Lesung dan Rawadano. Namun destinasi yang akan kami kunjungi kali ini hanya beberapa destinasi yang berada dalam daerah Serang. Selain keindahan pantai yang terbentang berpuluh kilometer sepanjang Anyer. Serang juga memiliki beberapa destinasi yang saat ini sedang dikembangkan. Nah kali ini Puncak Pilar dan Sungai Cikalumpang dengan spot kegiatan alamnya.

Puncak Pilar


Sebelum menuju Puncak Pilar kami sejenak singgah di titik nol km. Jalur bersejarah yang di bangun oleh seorang Jenderal Belanda. Disini pula terletak Menara Mercusuar Anyer, penanda lalulintas laut pantai Banten dahulu kala begitu penting. Mercusuar yang menjulang tinggi ini adalah bukti sejarah panjang betapa Belanda menjadi penjajah yang begitu memahami kekayaan alam yang ada di Banten. Siang yang bersahabat dan cuaca panas yang cukup membuat saya bisa mendapat gambar-gambar yang menarik disini. Sekira puas kami berfoto bersama lalu perjalanan kami lanjutkan menuju Puncak Pilar.   


Puncak Pilar


Puncak Pilar adalah spot wisata yang berada di ketinggian. Berada di desa cikolelet, dari hotel kami (Anyer) menuju ke Puncak Pilar hanya satu jam saja. Kami diajak melewati jalur jalan desa yang tidak terlalu besar. Jika berpapasan dengan kendaraan lain maka salah satu kendaraan harus berhenti sebentar untuk memberi kesempatan lewat. Maklum perjalanan kami dari hotel naik bus. Nah tiba di depan kantor kepala desa bus kami berhenti dan parkir disini. Lalu kami lanjutkan perjalanan dengan menaiki ojek pangkalan untuk sampai ke puncak pilar utk meringkas waktu, jika di tempuh dengan berjalan kaki tentu akan sedikit lama. Ongkos naik ojek nya saya membayar 15 ribu sekali jalan. Di hari lain jikalau hujan mungkin akan lebih dari itu sebab kondisi jalan akan jauh lebih beresiko jika tanah becek. Puncak Pilar di buat oleh anak muda setempat di bantu oleh kepala desa. Keinginan untuk berkembang menggali potensi wisata desa sudah ada, hanya saja harus terus belajar agar berkembang lebih baik. Terutama membuat spot untuk berfoto yang aman.

River Tubing, Sungai Cikalumpang

Dari puncak Pilar ini menghampar pemandangan daerah Ciomas dan segitiga gunung yang berdiri kokoh menjulang. Tidak terlalu besar namun hamparan hijau dan kabut tipis berlapis dapat menjadi pemandangan yang dapat di nikmati untuk menghilangkan penat. Tidak berlama-lama kami lalu menuju sungai Cikalumpang. Disini kami akan melakukan petualangan bermain River Tubing. Sependek pengalaman saya ini belum pernah coba. Seperti apa yaa...

River Tubing, Sungai Cikalumpang

River Tubing ternyata permainan menyusur sungai dengan jeram-jeram kecil dengan menggunakan tube atau karet ban dalam kendaraan berukuran besar seukuran orang dewasa. Sebelum ber-river tubing-ria kami di wajibkan mengikuti arahan tim ranger yang bertugas mengawal dan melakukan pengawalan selama kegiatan ini. Sebab sekecil apapun resiko tetap harus di minimalisir agar keselamatan terjaga. Sekitar jarak 2km sungai kami lewati jeram sungai Cikalumpang. Dan disini  saya berjumpa dengan bunda Eneng Nurcahyati selaku Kadis Pariwisata Provinsi Banten yang ternyata ikut menceburkan diri di akhir river tubing. Dan suasana jadi pecah hehehee.

River Tubing, Sungai Cikalumpang

Nah kami pun berfoto bersama meninggalkan jejak kenangan pernah singgah dan bersama bermain air disini. Cukuplah kenangan yang tertinggal dan cerita bersama saling melengkapi. Agar kelak cerita ini menjadi cerita baik untuk masa depan yang lebih baik. masa depan pariwisata Banten. Dan hari menuju gelap kami kembali ke hotel. 

River Tubing, Sungai Cikalumpang

Setelah lelah bermain air di sungai Cikalumpang, saya segera menyegarkan diri dengan mandi. Lalu ternyata masih ada Gala Dinner untuk menutup kegiatan Famtrip dan Workshop Strategi Pemasaran Banten 7 Wonders. Ibu Kadis sekali lagi menutup akhir acara ini penuh sahaja. Tentunya impact yang bagus menjadi harapan bagi pariwisata Banten. Dan satu pertanyaan beliau setelah kegiatan ini adalah what next? Agar pariwisata Banten tumbuh kembang lebih baik. Mari kita jawab bersama.  

Anyer Beach

Demikian kisah perjalanan dadakan saya ini, terimakasih sudah berkunjung jangan lupa baca juga tulisan lain di blog ini.
Salam.












You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan berbagi...
Bergembira selalu !!