Film Koboy Kampus Mencoba Menguak Alam Fikir Seorang Pidi Baiq

Juli 20, 2019

Poto dulu di Gerbang Pintu masuk Republik the Panas Dalam

Nonton Gala Premiere itu membuat saya merasa istimewa. Soalnya dalam industri film, saat gala premiere adalah saat yang di nanti-nantikan oleh para crew dan seluruh tim produksinya. Bahkan saat gala premiere aktor dan aktrisnya belum nonto film mereka sendiri. Inilah sebenarnya kesempatan saya sebagai penonton untuk menyampaikan review setelah nonton tayangan perdana sebelum di sajikan kepada penonton lebih luas. 

Dan Nonton Gala Premiere itu adalah menonton film karya Pidi Baiq yaitu Koboy Kampus. Bersyukur banget bisa mendapat kesempatan ini bareng komunitas Indonesia Sosio Blogpreneur (ISB) dan teman media lainnya. Di bioskop XXI Epicentrum Kuningan Jakarta. 

Spesial banget memang, tayangan gala premiere film Koboy Kampus hari itu [18/7]. Sebuah gerbang pintu bertulis The Republik Panas Dalam mengantar saya memasuki sebuah setting lokasi Press Conference dengan property film Koboy Kampus. Walaupun ini hanya dugaan saya saja saat pertama melihatnya dan langsung cekrek-cekrek ambil foto. 

Setting yang artistik itu mengantar saya mengingat suasana kampus ITB, dengan gaya mahasiswa seni rupa. Suasana kampus era 95'an kala itu. Tampak oldies buat anak milenial sekarang seperti saya, (tutupmuka) 

Akan Tayang tanggal 25 Juli 2019, Agendakan !!

Republik The Panas Dalam menjadi sebuah entitas didalam kampus ITB pada zaman itu sebagai markas paling asiik mengolah kekaryaan. Anak kampus pasti tak pernah melupakan setiap sudut tempat berproses menikmati masa kuliah. Kawan dan persahabatan penuh cerita konyol dan naif menjadi ingatan seorang Pidi Baiq yang diperankan oleh Jason Ranti. 

Begitupun para pemain lainnya yang memerankan persahabatan masa kuliah dalam satu studio dengan menjadi warga negara yang memiliki aturan dan panutan sabda seorang Pidi Baiq. Sampai disini pada dialog penghuni Republik Panas Dalam, hampir banyak scene yang menuntut menguras otak saya memahami setiap dialognya. Meski seringnya tawa yang menggelitik tetiba menggelegak agak delay, lalu memerhatikan sekeliling saya yang biasa saja asyik melihat ke arah layar. 

Joke-joke konyol di era represipsupersib di tengah pembungkaman pada setiap kritik terhadap penguasa kala itu semacam canda yang memiliki bobot dongkrak penuh energi untuk menjadi mahasiswa yang berkepribadian jika seandainya tak layak dikatakan berintegrasi sosial. 

Bukan disclaimer

Pergulatan fikiran atas "hampir" keputusasaan menjadi mahasiswa yang berhasil antara DO dan demonstrasi. Adalah ciri kondisi mahasiswa di zaman itu. Pergumulan persahabatan Republik the Panas Dalam seolah tak berhubungan dengan kondisi realitas kampus yang lantang bersuara SUKSESI. Namun nyatanya mampu menggugah para aktivis untuk semakin mampu menjadi penggerak dalam melihat kondisi bangsa kala itu. 

Jason Ranti sepertinya memang larut menjadi seperti Pidi Baiq yang sesungguhnya ataukah hanya sebuah trik post production film yang membuat demikian real sebagai seorang Pidi Baiq semasa kuliah. Seorang yang begitu Sunda sekali dan memiliki ruang fikir nyerempet-nyerempet di zaman keterbukaan hampir terlarang. 

Film Koboy Kampus hadir di tengah situasi dan kondisi bangsa ini yang mulai dilanda embarkasi, peristiwa saling salang antar lintas diantara sesama yang kian melebar. Keluguan dan kesantunan seorang seniman diluar disiplin exacta sebagai seorang Pidi Baiq kiranya mampu memberi ruang untuk saling terbuka memahami embarkasi masing-masing individu tanpa lerai. 

Mungkin itulah yang diinginkan oleh Film Koboy Kampus melalui ending yang cukup hikmat menyanyikan lagu yang menyentuh semangat kebangsaan meski Republik The Panas Dalam memiliki selera musikal Balad Bob Dylan pada masanya. 

Film Koboy Kampus menyimpan pesan tersirat yang hanya ada di keheningan jiwa paling bening, dibalik keruwetan senirupa. Begitukah? 

Demikian,
Salam.


You Might Also Like

2 komentar

  1. Entah sengaja atau engga, satir yang diangkat Pidi tentang negara di dalam film relate sekali ya dengan suasana sosial saat ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sengaja keknya yekan, sengajaa pasti 😁

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan berbagi...
Bergembira selalu !!