Langsung ke konten utama

Pembayaran Cara Baru: Beli Online di Tokopedia, Lalu Bayarnya di JNE

Jakarta,16 Oktober 2017. Hari yang cerah, matahari menyinari Jakarta yang tak pernah diam. Saya sudah tiba di kawasan Tomang. Menaiki taksi onlen yang pintar mencari jalan pintas tak ramai dan mempersingkat waktu membuat saya nyaman dan tiba tepat waktu di Kantor Pusat JNE.

Bapak Heriadi dan Bp Wiliam Tanuwijaya 

Beberapa teman blogger sudah tiba di lokasi. Sepetak ruang di halaman depan kantor pusat JNE telah terpasang bekdrop Konferensi Pers Cara Pembayaran Tokopedia di JNE. Kursi-kursi tersusun demikian, namun matahari mengubahnya merespon bayang yang dapat membuat nyaman hadirin yang datang. Konferensi Pers di ruang terbuka yang santai menurutku.

Tak luput saya pun mencari posisi duduk yang nyaman menurut saya agar mudah mengambil foto untuk bahan blogpost ini.  Tak begitu lama, seperti nya memang waktu yang telah dipersiapkan demikian, memasuki tempat acara Bapak Feriadi President Director JNE dan Bapak Wiliam Tanuwijaya CEO Tokopedia.

Kemudian MC menyapa kami lalu acara pun berjalan perlahan. Bapak Feriadi menyampaikan pertama kali sambutannya. Beliau menyampaikan beberapa poin penting atas kerjasama yang dilakukan selama ini bersama Tokopedia. Setelah sebelumnya terjalin hubungan kerjasama dalam hal pengiriman kini mulai memasuki kerjasama baru dalam pembayaran. Hal ini juga merupakan bentuk dukungan JNE akan perkembangan dunia bisnis digital seperti e-commerce. Serta JNE yang selalu mengutamakan ketepatan, kecepatan, dan keamanan bagi kiriman pelanggan.


Menurut beliau juga dunia perkembangan e-commerce menjadi perhatian JNE untuk melakukan inovasi demi tantangan dalam perkembangan dunia digital kedepan. Begitupun Bapak William Tanuwijaya menyampaikan bahwa jaringan JNE sebagai solusi pengiriman barang memiliki jaringan yang luas di seluruh Indonesia. Hal ini memungkinkan JNE dari solusi pengiriman barang dapat menjadi kanal pembayaran juga. Terlebih masih banyak sebagian dari masyarakat Indonesia belum memiliki akun bank. Lalu bagaimana sebetulnya kondisi UKM yang berada di pelosok yang tidak memiliki akun bank. Inilah yang di harapkan menjawab kondisi demikian. Tokopedia yang selama ini memiliki jutaan UKM yang melakukan transaksi online tentu memberikan apresiasi besar langkah kanal pembayaran yang bisa dilakukan di seluruh gerai JNE.

Para pelaku UKM yang berbisnis menggunakan Tokopedia dan belum memiliki akun bank bisa melakukan pembayarannya di gerai JNE. Seperti apa caranya? Berikut penjelasannya:

1. Pilih barang yang mau di beli di Tokopedia
2. Tentukan quantity dan keterangan barang
3. Lakukan pembelian -> klik beli
4. Pilih jasa kurir JNE
5. Pilih pembayaran JNE
6. Mendapatkan kode pembayaran untuk  ditunjukan  di konter JNE
7. Pembayaran selesai
8. Barang diproses pengiriman 
9. Barang diterima di rumah.

Nah demikianlah cara baru yang di tawarkan JNE dan Tokopedia untuk melakukan pembayaran belanja online.

Oiya, JNE secara rutin juga melakukan edukasi kepada UKM melalui kegiatan workshop, salah satunya adalah kegiatan "JNE Ngajak Online" dan sudah di laksanakan di 18 Kota diantaranya: Tanjung Pandan, Bengkulu, Sorong, Jayapura, Bontang, Samarinda, Banda Aceh, Jambi, Palangkaraya, Tarakan, Manado, Gorontalo, Ambon, Pangkal Pinang, Cilegon, Kupang dan Mataram. Melalui program JNE Ngajak Online, JNE berharap para pelaku dapat melek digital secara maksimal untuk menumbuhkan bisnis mereka. 

Komentar

  1. Memudahkan bagi masyarakat yang ga punya rekening bank ya,,jadi kalau belanja di Tokopedia tinggal bayar di JNE aja hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, yang punya akun bank juga kadang malas bayar dari rekeningnya

      Hapus
  2. caranya simpel, cuma tunjukin kode ke staf JNE yang bertugas untuk bayar pembelian di Toped :)
    mantep mas, udah coba kemaren n sangat terbantu karena cabang JNE itu buanyak banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga udah nyoba, beli tas, sama kartu e-toll bayar di JNE karna adanya uang cash. Nyampenya juga cepet

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan berbagi...
Bergembira selalu !!

Postingan populer dari blog ini

Chrisye Dalam Film Layar Lebar

Rabu, 21 September 2016 lalu sebuah press conference awal sebuah film yang segera produksi berjudul Chrisye diselenggarakan. Saya mengikuti kegiatan tersebut setelah sebelumnya mendaftar melalui komunitas Blogger Reporter ID (BRID). Ini merupakan pengalaman yang menarik bagi saya untuk mengikutinya. Sebab produksi film ternyata tak hanya melalui berbagai proses yang sangat panjang namun juga memerlukan keseiringan dengan promosinya. Treatment sebuah produksi film setahu saya memang memerlukan waktu yang tidak pendek. Dan seiring berjalan produksi treatment promosi juga dilakukan, ini mungkin juga merupakan salah satu strategi bagi production house untuk setidaknya mampu menggandeng sponsor untuk produksi film mereka.
Film Chrisye yang akan mulai produksi pada awal tahun 2017 digarap bersama MNC picture dan Vito Global Visi. Dan akan disutradarai oleh Rizal Mantovani seorang sutradara Film Layar lebar dan juga memiliki kedekatan personal dengan sosok Chrisye. Kisah seorang sosok Chrisy…

Pahlawan Masa Kini

Apa yang dimaksud dengan Pahlawan ? dan bagaimana kaitannya dengan waktu masa kini? Dua pertanyaan ini muncul ketika saya berulang membaca kalimat Pahlawan masa kini. Dan kemudian saya renungi dengan seksama kalimat itu. Apa sesungguhnya arti pahlawan bagi sebagian orang pada masa kini. Tidak ada salahnya merenungi sebuah kalimat untuk memahami lebih jauh apa makna yang terkandung didalamnya. Namun kemudian muncul pertanyaan untuk apa berupaya keras memahami maknanya dan hal ini pun menjadi deretan pertanyaan selanjutnya menggenangi rasa ingin tahu saya lebih jauh.
Pahlawan dalam pengertian yang lacur di pahami sebagian orang jika dikaitkan dengan perjuangan kemerdekaan RI adalah orang yang sedang berperang mengangkat senjata. Yaitu orang-orang yang hidup pada masa perang yang berjuang merebut kemerdekaan dari penjajah. Dan selalu identik dengan orang yang membawa senjata berperang di medan tempur untuk menjadi pahlawan. Padahal jika kita mau menelisik kearah sudut pandang lain bahwa …

Potong Rambut di Kaizen

Sebelum mudik seperti biasa saya rapih-rapihin rambut, soalnya mau ketemu dan sungkeman dengan mertua. Kalau nggak rapi gimana gitu..udah setahun nggak ketemu. Tempat potong rambut langganan di Bonang di komplek tempat tinggal kebetulan lagi tutup, untungnya saya punya tempat potong rambut favorit di mall. Sambil nemanin istri belanja sekalian deh melipir ke KAIZEN buat potong rambut. Soal harga memang beda jauh sih dengan tempat potong rambut di komplek saya, tapi hasil potongnya sama-sama memuaskan.


Awalnya paling nggak suka potong rambut di mall. Sewaktu jalan ke mall bareng istri KAIZEN di mall Sumarecon Serpong baru saja buka. Dan pas banget rambut lagi gondrong, jadi lah istri maksain potong rambut di KAIZEN. Waktu baru buka harganya masih promo kalau nggak salah sekitar 25ribu. Setiap potong rambut selalu ditanyain mau model rambut kayak apa, kalau saya sih selalu bilang 1 senti, si mbaknya udah paham. Soalnya dari awal buka sudah beberapa kali potong rambut di KAIZEN Sumare…