Langsung ke konten utama

Sekuritisasi Langkah Melibatkan Banyak Pihak dalam Pembangunan

Sekuritisasi Pembangunan yang di lakukan oleh Pemerintah saat ini adalah sebuah upaya untuk mengajak banyak pihak terlibat langsung dalam pembangunan. Demikian yang disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam Acara Forum Merdeka Barat 9 yang digelar pada  17 November 2019 menjelang shalat Jum'at di Ruang Ruslan Abdulgani Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam pertemuan dengan awak media dan netizen itu lebih kurang selama satu jam menyoal berita hoax Bandara Soekarno Hatta yang hendak di jual.

Narasumber dan moderator 

Dalam kesempatan ini hadir juga Bapak Robert Pakpahan Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kementerian Keuangan, Ibu Desi Arryani Dirut PT Jasa Marga Tbk. Keduanya turut hadir yang juga merupakan pelaksana program pemerintah dalam melaksanakan sekuritisasi.

Sekuritisasi berarti menjual nilai keuntungan pada asset fisik seperti tanah dan bangunannya, bukan pada bangunan dan tanahnya. Besarnya sekuritisasi juga diatur dalam undang-undang.

Bagi saya yang hanya seorang Blogger menghadiri Forum semacam ini memang seperti masuk dalam kegiatan yang tidak seperti biasanya. Bahasan mengenai isu yang sedang hangat menyangkut isu nasional di negara ini seperti menyoal keadaan yang sangat besar. Suara yang mungkin sangat kecil dari struktur jurnalisme di Indonesia. Dengan kata lain Blogger adalah platform kecil yang berusaha menulis soal besar negara ini dalam jurnalisme Indonesia.

Meski begitu saya akan menyampaikan sebaik yang dapat saya tangkap dalam Forum ini. Saya berterimakasih kepada Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) sebagai penyelenggara kegiatan ini yang turut melibatkan Blogger atau juga di sebut dalam undangannya sebagai Netizen. Sebagian isi pertemuan sudah sedikit saya simpulkan di atas. Namun beberapa catatan penting lain juga akan saya sampaikan.

Berkaitan dengan isu yang mengatakan bahwa Bandara Sokarno-Hatta akan dijual hal tersebut merupakan berita hoax. Dan hal tersebut tidaklah benar. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dan kementerian terkait seperti Kementerian Keuangan tetap menjaga stabilitas kinerja seluruh sektor. Terutama pada pembangunan infrastruktur.
Pembangunan yang dilakukan pemerintah memerlukan format pembangunan yang melibatkan banyak pihak dan kepentingan, ujar Menteri Budi Karya Sumadi. Maka format yang sudah di terapkan saat ini juga masih mengacu pada dua skala pembangunan. Bahwa regulator tak boleh menjadi operator.

“Kita mengenal ada tiga klasifikasi, apabila proyek itu tidak visible, proyek itu harus dilakukan oleh kementerian bersangkutan. Kalau proyek itu visible, diberikan kepada badan usaha atau swasta. Salah satunya seperti PT Jasa Marga untuk membangun sejumlah ruas jalan tol di tanah air,” ujar Budi Karya.

Dalam proyek pembangunan infrastruktur Menhub menjelaskan, Kemenhub memilah-milah proyek yang visible dikelola oleh Kemenhub, yakni pelabuhan dan bandara. “Jika prospeknya bagus, kita lakukan kerjasama terbatas, bukan tidak terbatas, antara 10-30 tahun,” ujar beliau lagi.

Ibu Desi Arryani Dirut Jasa Marga yang turut hadir menjelaskan tentang Jasa Marga yang juga menerapkan sekuritisasi. Desi Arryani mengatakan bahwa Jasa Marga memiliki konsesi ini 1260 km, yang masih beroperasi baru 600 kilo. Nilai yang dinvestasikan sebesar 100 triliun rupiah untuk menyelesaikan itu.

Bu Desi memaparkan harus ada kreasi pendanaan yang baru. Pemerintah memang beberapa kali menjelaskan, jalan tol yang sudah tidak memiliki kewajiban finansial itu segera di sekuritisasi. Jalan jalan tol lama adalah saat jasa marga regulator dan itu menggunakan APBN. Jasa Marga mencari itu, dan akhirnya menemukannya dengan mencari para calon investor ini merasa aman untuk membeli.

Ibu Desi Arryani  (Dirut Jasa Marga Tbk) Bapak Budi Karya Sumadi (Menteri Perhubungan) Bapak Robert Pakpahan (Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kemenkeu)

Selanjutnya bu Desi menjelaskan tentang cara-cara pendanaan infrastruktur yang dilakukannya. Pertama adalah sekuritisasi, lalu listing obligasi tapi di level proyek. Ruas ruas tol ini didapatkan dia harus memiliki supervisor. Itu sudah kami lepas. Proyek  pun berdasarkan cash flow dari proyek itu sendiri, ruas-ruas yang dikelola ruas yang komersil artinya secara IRR  (investment rate return) itu memenuhi apa yang diharapkan.

Kemudian Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan sumber pembiayaan infrastruktur nasional tidak melulu bertumpu pada APBN namun juga dari BUMN dan swasta.  Diperlukan inovasi pembiayaan agar publik bisa menikmati hasil pembangunan infrastruktur secara lebih luas.

“Terkait infrastruktur ada tiga sumber yang diupayakan dan dikerjakan oleh pemerintah saat ini,” ungkap Pak Robert Pakpahan, Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu. Sumber pembiayaan pertama berasal dari APBN. Anggaran tersebut dialokasikan pada belanja kementerian dan lembaga yang menggarap proyek infrastruktur. Pemerintahan Joko Widodo memang memberikan porsi cukup besar untuk pembangunan infrastruktur. Pak Robert mengungkapkan jumlahnya terus meningkat tajam sejak tahun 2015. Rata-rata setiap tahun mencapai 18,5%-19% dari APBN didedikasikan untuk belanja infrastruktur nasional. 

Pak Robert menambahkan, selain alokasi anggaran dari dana belanja pemerintah pusat, pembiayaan infrastruktur juga disalurkan melalui Dana Alokasi Daerah (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun Dana Desa. Prioritas pemerintahan Jokowi terlihat di infrastruktur karena sebanyak lebih dari Rp700 triliun APBN dialokasikan untuk mendukung pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Tanah Air.  Sebanyak 400-an triliun disalurkan ke belanja pemerintah dan sebanyak 200 an triliun dikelola pemerintah daerah.  Itu termasuk Rp60 triliun untuk Dana Desa. Ketentuannya 25% dari DAU harus menjadi spending infrastruktur di daerah. Sebanyak 60 triliun dana desa untuk infrastruktur juga.

Sumber kedua untuk pembiayaan infrastruktur adalah penugasan projek yang diberikan kepada BUMN. Pembangunan jalan tol misalnya itu langsung diberikan kepada BUMN.
Sumber ketiga, adalah pemerintah mengikuti tolok ukur negara lain yakni melalui pembiayaan inovatif.

Pak Robert juga menjelaskan kalau kita tidak punya anggaran, bukan berarti kita tidak bisa membangun infrastruktur. Ada yang namanya kerja sama antara pemerintah dengan badan usaha. Public Private Partnership namanya. Ini memungkinkan untuk menarik swasta bekerja sama.

Skema terakhir ini dinilai menguntungkan  karena keterlibatan swasta membuat pemerintah tidak perlu banyak mengeluarkan investasi, yang penting masyarakat menikmati infrastruktur publik tersebut.

Setidaknya ada 10 Proyek Infrastruktur Nasional yang dikerjasamakan dengan swasta seperti Palapa Ring dan pembangkit listrik di Batang, Jawa Tengah.  Kedepan, pemerintah akan memberikan kesempatan swasta berperan lebih besar agar tidak membebani APBN.

Demikianlah agenda FMB9 yang bertema Amankah Pembiayaan Infrastruktur Negara? ini. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Komentar

  1. Kalau dana terbatas memang kudu kreatif ya, Bang. Pemerintah gak sendirian, tapi menggandeng BUMN dan swasta untuk membiayai pembangunan infrastruktur.

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan berbagi...
Bergembira selalu !!

Postingan populer dari blog ini

Chrisye Dalam Film Layar Lebar

Rabu, 21 September 2016 lalu sebuah press conference awal sebuah film yang segera produksi berjudul Chrisye diselenggarakan. Saya mengikuti kegiatan tersebut setelah sebelumnya mendaftar melalui komunitas Blogger Reporter ID (BRID). Ini merupakan pengalaman yang menarik bagi saya untuk mengikutinya. Sebab produksi film ternyata tak hanya melalui berbagai proses yang sangat panjang namun juga memerlukan keseiringan dengan promosinya. Treatment sebuah produksi film setahu saya memang memerlukan waktu yang tidak pendek. Dan seiring berjalan produksi treatment promosi juga dilakukan, ini mungkin juga merupakan salah satu strategi bagi production house untuk setidaknya mampu menggandeng sponsor untuk produksi film mereka.
Film Chrisye yang akan mulai produksi pada awal tahun 2017 digarap bersama MNC picture dan Vito Global Visi. Dan akan disutradarai oleh Rizal Mantovani seorang sutradara Film Layar lebar dan juga memiliki kedekatan personal dengan sosok Chrisye. Kisah seorang sosok Chrisy…

Pahlawan Masa Kini

Apa yang dimaksud dengan Pahlawan ? dan bagaimana kaitannya dengan waktu masa kini? Dua pertanyaan ini muncul ketika saya berulang membaca kalimat Pahlawan masa kini. Dan kemudian saya renungi dengan seksama kalimat itu. Apa sesungguhnya arti pahlawan bagi sebagian orang pada masa kini. Tidak ada salahnya merenungi sebuah kalimat untuk memahami lebih jauh apa makna yang terkandung didalamnya. Namun kemudian muncul pertanyaan untuk apa berupaya keras memahami maknanya dan hal ini pun menjadi deretan pertanyaan selanjutnya menggenangi rasa ingin tahu saya lebih jauh.
Pahlawan dalam pengertian yang lacur di pahami sebagian orang jika dikaitkan dengan perjuangan kemerdekaan RI adalah orang yang sedang berperang mengangkat senjata. Yaitu orang-orang yang hidup pada masa perang yang berjuang merebut kemerdekaan dari penjajah. Dan selalu identik dengan orang yang membawa senjata berperang di medan tempur untuk menjadi pahlawan. Padahal jika kita mau menelisik kearah sudut pandang lain bahwa …

Potong Rambut di Kaizen

Sebelum mudik seperti biasa saya rapih-rapihin rambut, soalnya mau ketemu dan sungkeman dengan mertua. Kalau nggak rapi gimana gitu..udah setahun nggak ketemu. Tempat potong rambut langganan di Bonang di komplek tempat tinggal kebetulan lagi tutup, untungnya saya punya tempat potong rambut favorit di mall. Sambil nemanin istri belanja sekalian deh melipir ke KAIZEN buat potong rambut. Soal harga memang beda jauh sih dengan tempat potong rambut di komplek saya, tapi hasil potongnya sama-sama memuaskan.


Awalnya paling nggak suka potong rambut di mall. Sewaktu jalan ke mall bareng istri KAIZEN di mall Sumarecon Serpong baru saja buka. Dan pas banget rambut lagi gondrong, jadi lah istri maksain potong rambut di KAIZEN. Waktu baru buka harganya masih promo kalau nggak salah sekitar 25ribu. Setiap potong rambut selalu ditanyain mau model rambut kayak apa, kalau saya sih selalu bilang 1 senti, si mbaknya udah paham. Soalnya dari awal buka sudah beberapa kali potong rambut di KAIZEN Sumare…