Langsung ke konten utama

Green Canyon Tak Melulu Green

Perjalanan darat yang sedikit melelahkan akan dirasakan setiap traveller, terutama yang berangkat dari Jabodetabek menuju Pangandaran. Karena jarak tempuhnya yang memakan waktu sekitar 5 jam sampai ke lokasi. Berhubung perjalanan saya terkena dampak dari macet di daerah Cileunyi alhasil total perjalanan saya tempuh selama 12 jam. Sesuatu kan??

Selanjutnya ketika tiba di lokasi hujan baru saja reda setelah hujan yang deras semalaman. Sehingga hampir tak menemukan rasa berada di wilayah Green Canyon. Sebab air sungai nya sudah berubah warna menjadi kecoklatan. Padahal yang saya harapkan hijau hijau hijau hijau..selalu nampak dalam pandangan mata. Namun berkat penjelasan penduduk setempat bahwa hal ini merupakan hal yang biasa terjadi maka saya menerimanya dengan lapang dada.

Perjalanan kami teruskan, beberapa rencana perjalanan yang sudah di susun tetap kami lalui bersama.  Ketika tiba di Pangandaran sebenarnya istirahat adalah pilihan yang paling utama namun tidak saya lakukan, saya memilih berlama-lama duduk di tepi pantai Batu Karas menikmati senja menjelang malam. Tidak ada Sunset memang namun para nelayan yang pulang dari tengah laut menuju pantai menjadi suasana yang sangat menarik perhatian saya, alhasil jeprat jepret dengan kamera seadanya merekam momen-momen itu. Kemudian pilihan merebahkan tubuh adalah pilihan bijak di saat hari mulai gelap.

Keesokan harinya langsung kami menuju lokasi utama yaitu spot Green Canyon. Masih saja coklat warna air sungainya. Dan kami semua sudah berada di atas perahu berkapasitas 7 orang berikut "nakhoda" dan 1 orang "awak perahu". Sangat tenang perjalanan di atas perahu, bergoyang-goyang nya suatu keasyikan tersendiri bagi saya. Banyak juga perahu-perahu seperti kami melintas dengan santai sehingga saya merasakan seperti di negeri sungai dengan banyak perahu di sekitar saya (hayalan tingkat pendek). Hilir mudik perahu memang sudah biasa sehingga ada pengatur seperti lampu merah di darat tapi gak pakai lampu loh. Dua orang petugas di tempatkan di satu lokasi yang sungainya menyempit sehingga perahu harus bergiliran untuk memasuki lokasi utama yang di sebut Green Canyon. Bayangkan jika tidak ada petugas yang mengatur , perahu-perahu mungkin sudah saling bertabrakan.

Saya masih mencari jawaban kenapa di sebut Green Canyon? Setiap orang yang di temui selalu saya tanyakan (ck..ck..ck..) dan tidak saya dapatkan jawabannya. Lalu di ujung perjalanan dimana perahu berhenti kemudian saya turun dari perahu menginjakkan kaki di batu di antara dinding-dinding tebing yang menjulang di penuhi lumut-lumut hijau dan suara tetesan-tetesan air yang jatuh dari dinding tebing membuat saya mengangguk, yaaaaaaaa..seperti di Green Canyon Colorado (padahal belum pernah ke Amerika). 

Hal menarik lainnya walaupun  tak begitu apalah saya menemukan ukiran alam yang sangat indah. Ini saya sebut sebagai Wall Face the Green Canyon. Sebuah karya absurditas alam yang indah. (Kereen apa Serem ?) Tergantung imajinasi masing-masing sajalah...hehe. 

Demikian saja dahulu BlogNote nya...sampai jumpa lagi....









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Chrisye Dalam Film Layar Lebar

Rabu, 21 September 2016 lalu sebuah press conference awal sebuah film yang segera produksi berjudul Chrisye diselenggarakan. Saya mengikuti kegiatan tersebut setelah sebelumnya mendaftar melalui komunitas Blogger Reporter ID (BRID). Ini merupakan pengalaman yang menarik bagi saya untuk mengikutinya. Sebab produksi film ternyata tak hanya melalui berbagai proses yang sangat panjang namun juga memerlukan keseiringan dengan promosinya. Treatment sebuah produksi film setahu saya memang memerlukan waktu yang tidak pendek. Dan seiring berjalan produksi treatment promosi juga dilakukan, ini mungkin juga merupakan salah satu strategi bagi production house untuk setidaknya mampu menggandeng sponsor untuk produksi film mereka.
Film Chrisye yang akan mulai produksi pada awal tahun 2017 digarap bersama MNC picture dan Vito Global Visi. Dan akan disutradarai oleh Rizal Mantovani seorang sutradara Film Layar lebar dan juga memiliki kedekatan personal dengan sosok Chrisye. Kisah seorang sosok Chrisy…

Pahlawan Masa Kini

Apa yang dimaksud dengan Pahlawan ? dan bagaimana kaitannya dengan waktu masa kini? Dua pertanyaan ini muncul ketika saya berulang membaca kalimat Pahlawan masa kini. Dan kemudian saya renungi dengan seksama kalimat itu. Apa sesungguhnya arti pahlawan bagi sebagian orang pada masa kini. Tidak ada salahnya merenungi sebuah kalimat untuk memahami lebih jauh apa makna yang terkandung didalamnya. Namun kemudian muncul pertanyaan untuk apa berupaya keras memahami maknanya dan hal ini pun menjadi deretan pertanyaan selanjutnya menggenangi rasa ingin tahu saya lebih jauh.
Pahlawan dalam pengertian yang lacur di pahami sebagian orang jika dikaitkan dengan perjuangan kemerdekaan RI adalah orang yang sedang berperang mengangkat senjata. Yaitu orang-orang yang hidup pada masa perang yang berjuang merebut kemerdekaan dari penjajah. Dan selalu identik dengan orang yang membawa senjata berperang di medan tempur untuk menjadi pahlawan. Padahal jika kita mau menelisik kearah sudut pandang lain bahwa …

Potong Rambut di Kaizen

Sebelum mudik seperti biasa saya rapih-rapihin rambut, soalnya mau ketemu dan sungkeman dengan mertua. Kalau nggak rapi gimana gitu..udah setahun nggak ketemu. Tempat potong rambut langganan di Bonang di komplek tempat tinggal kebetulan lagi tutup, untungnya saya punya tempat potong rambut favorit di mall. Sambil nemanin istri belanja sekalian deh melipir ke KAIZEN buat potong rambut. Soal harga memang beda jauh sih dengan tempat potong rambut di komplek saya, tapi hasil potongnya sama-sama memuaskan.


Awalnya paling nggak suka potong rambut di mall. Sewaktu jalan ke mall bareng istri KAIZEN di mall Sumarecon Serpong baru saja buka. Dan pas banget rambut lagi gondrong, jadi lah istri maksain potong rambut di KAIZEN. Waktu baru buka harganya masih promo kalau nggak salah sekitar 25ribu. Setiap potong rambut selalu ditanyain mau model rambut kayak apa, kalau saya sih selalu bilang 1 senti, si mbaknya udah paham. Soalnya dari awal buka sudah beberapa kali potong rambut di KAIZEN Sumare…