Pojok Literasi di Medan Bareng Kominfo dan OJK

Maret 29, 2019


Para Narasumber Pojok Literasi di Kota Medan


Jadi blogger itu memang enaknya selalu mendapat informasi baru dan teman yang baru. Disaat mendapat kesempatan mengikuti acara yang keren, disitu saya merasa beruntung bisa mendapatkannya. Soalnya tidak semudah yang dibayangkan untuk dapat pergi mengikuti acara seperti Pojok Literasi ini.

Acara Pojok Literasi ini diadakan oleh Kementerian Komunikasi Dan Informatika (Kemenkominfo) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menghadirkan startup finansial dan para generasi millenial yang ada di Kota Medan.

Saya sendiri sebetulnya tinggal di Tangerang atau Jakartalah bilangnya. Karena sesuatu dan lain hal saya terdampar di Sumatera Utara ini sudah tiga bulan lamanya. Hari-hari seperti biasa di Jakarta mengikuti kegiatan blogger sudah hampir tak pernah lagi. Jadi kebetulan atau sudah kesempatan ada acara pojok literasi ini adalah karunia terindah. *Halah 

Suasana Pemaparan Pojok Literasi di Kafe Potret Kota Medan.

Acara pojok literasi ini bertema fintech yang ramah generasi millenial. Bertempat di kafe Potret yang lumayan luas terisi 100 peserta lebih dari Blogger dan mahasiswa. Cukup banyak juga mahasiswa yang ikut. Jadi rasa-rasa cukuplah mewakili generasi millenial. Ah nengok katepe jadi mau tutup muka rasanya. Tapi ternyata bukan itu yang di maksud generasi millenial. Artinya orang yang hidup dan dan berkehidupan di jaman yang lacur terlabeli Millenial ini. 

Peserta Pojok Literasi menyanyikan Lagu Indonesia Raya. 

Bicara millenial memang butuh waktu khusus membahasnya. Namun bisa di pahami bahwa jamanya sudah banyak berubah (katanya). Sudah banyak memanfaatkan teknologi digital masyarakatnya. Iya seperti hape saat ini yang sudah lumrah banyak di gunakan oleh orang-orang saat ini. 

Nah berbicara Fintech ini juga merupakan sesuatu yang berkembang dari digital. Inovasi teknologi yang terus di ciptakan demi kemajuan hidup. Fintech yang merupakan singkatan dari Finansial Technology adalah sebuah upaya inovasi dalam dunia finansial dengan memanfaatkan teknologi digital yang berkembang saat ini.

Septriana Tangkary Direktur IKPM Kemenkominfo

Hadir sebagai narasumber Rosarita Niken Widyastuti Sekretaris Jendral Kementerian Komunikasi dan Informasi RI. Septriana Tangkary Direktur IKPM Kemenkominfo. Sondang Martha Samosir Kepala Departemen Literasi dan Konklusi Keuangan OJK. Di moderatori oleh Wardah Fajri acara pojok literasi ini berjalan gayeng dan saling melengkapi berbagi informasi. Literasi soal finansial jadi bertambah deh.

Kehadiran kominfo dan OJK menjelaskan hal tersebut dalam acara hari ini. Ditambah juga seorang praktisi dan pelaku startup fintech Melvin Mumpuni CFP Founder dan CEO Finansialku yang memberikan paparan soal finansial yang di bangunnya melalui website finansialku.com. Saya kira semua peserta disini senang sekali dengan acara hari ini. Seperti halnya saya yang dapat wawasan baru perkembangan dunia digital. 

Ah dunia digital memang dunia penuh inovasi, selalu melahirkan sesuatu yang baru. Tetapi apakah bisa merubah integritas? Nah ini perenungan yang nyungseb terlalu dalam tapi terpikirkan oleh saya. Beberapa kesan buruk dari kehadiran fintech di tanyakan oleh peserta yang hadir. Seperti pencurian data dan telepon debt collector yang terjadi. Untunglah ada kominfo dan OJK yang bekerja bersinergi. Kominfo mengawasi dan meregulasi kehadiran fintech juga demikian dengan OJK. Kominfo juga sekarang menjadi fasilitator bagi kebutuhan penyediaan tenaga terampil dalam teknology digital dengan menyediakan beasiswa bagi siswa dan mahasiswa yang tertarik di dunia digital. Untuk informasi beasiswa ini kepoin deh website Kemenkominfo ya...

Salah seorang Peserta Mahasiswa yang pernah ikut seleksi beasiswa dari Kemenkominfo. Doakan semoga tahun ini berhasil ya.


OJK menjadi pengawas yang juga menjadi penindak bagi pengembang finansial  fintech. Sebab semua fintech yang berkembang di lindungi oleh negara. Dan OJK menjadi pengawasnya. Selalu ada setiap bulannya OJK merilis fintech yang terdaftar. Namun hal ini juga bukan sesuatu yang menjamin masyarakat dapat mendapat perlindungan dari fintech yang ilegal. Masyarakat juga harus pandai dan memilah dan memilih fintech yang mereka inginkan. Bukan fintech yang memberi dengan mudah dan bunga yang besar saja. Namun juga fintech yang mampu membantu masyarakat dan memberi pelayanan terbaik bukan meresahkan. 

Nah demikian saja dahulu laporan blog saya kali ini yang saya ikuti bersama komunitas Blogger Crony. Acara pojok literasi ini ternyata adalah yang pertama akan dilakukan di seluruh Indonesia. Beruntung Kota Medan menjadi yang pertama sebagai tempat penyelengaraannya. Wah beruntung nya Kota Medan ini. Nantikan di kota mu yaa...

Demikian, 
Salam. 

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan berbagi...
Bergembira selalu !!