Langsung ke konten utama

Janadriyah Sebuah Perjalanan Manusia di Sepenggal Usia dan Liku di Tikungan Tajam

Menuliskan kisah perjalanan hidup tentu membutuhkan effort yang cukup besar. Apalagi jika dikisahkan dalam sebuah novel. Alhasil alur drama dan setiap bagian ceritanya mesti dikemas secara apik. Kisah Janadriyah adalah bentuk pengungkapan perjalanan seorang Febri Rahmatulloh kedalam sebuah novel. Waktu selama dua tahun pun terasa masih belum cukup untuk bisa mewakili cerita sesungguhnya.



Berbagai alasan dibalik terbit nya novel Janadriyah, seorang Febri Rahmatulloh tak pernah menimbang gagasan dan ide pada awalnya. Semua mengalir dan menjadi keputusan pribadi yang memang liku dan tikungan tajam kelok hidup selalu berada dalam jalur pacu. Berkat orang-orang di sekitarnya pula sebagai bentuk support system yang mendukung apa adanya dari sikap dan keputusan yang di ambil. Memang sangat rumit namun juga sangat menarik di tuangkan dalam kisah novel. 


Janadriyah merupakan sebuah tempat yang selalu menjadi ajang festival tahunan di kota Riyadh Arab Saudi. Kota Riyadh dan Festival Janadriyah adalah titik balik bagi seorang Rahmat tokoh central dalam kisah ini. Rahmat juga adalah tokoh yang hampir bisa di bilang personifikasi si penulis. 

Kepiawaian mengambil personifikasi Rahmat (baca:tokoh) tentu didukung pula oleh seorang Achi TM yang juga telah berpuluh kali menerbitkan novel dan meraih kesuksesan hingga menjadi ekporasi pada media audio visual seperti Film layar lebar.




Achi TM berhasil menjadi pendamping tandem bagi seorang penulis pemula seperti Febri Rahmatulloh. Dan memang latar belakang Febri tak memiliki rekam jejak dalam dunia sastra atau pun kepenulisan. Sepenuhnya rekam jejak hidup Febri R selama ini sebagai seorang yang selalu berjibaku dalam soal statistik. Dan juga merupakan orang yang lulusan universitas UGM yang mencapai belahan dunia timur seperti Arab Saudi menjadi jenjang karir yang ditempuhnya selama ini. 

Janadriyah juga berhasil membuat cemburu sahabat Febri yang memang telah berkecimpung lama dalam kepenulisan seperti di ungkap oleh Sungging Raga. Sebagai seorang sahabat yang tak pernah sedikitpun menandakan akan dunia kepenulisan Febri berhasil membuat kejutan sekaligus iri. 

Begitulah kiranya seorang Febri Rahmatullah, yang berhasil mengukir kisahnya melalui sebuah karya novel. Dan warna kisah hidup personifikasi Rahmat dalam Janadriyah juga dalam dunia sesungguhnya hampir tak berbeda. Sekali lagi Achi TM juga berhasil mengikat konektifitas tersebut tanpa begitu kentara. 

Nah lalu seperti apa kisah Janadriyah selengkapnya. Pembaca dapat mendapati buku Novel melalui penerbit Emir Book, Erlangga Publisher. 

Demikian, salam 
Dan sukses untuk novel Janadriyah semoga dapat memikat banyak pembaca. 

Komentar

  1. Novwl yang wajib dibaca soale banyak nilai-nilai yang bisa kita ambil termasuk nilai agama yang kuat banget.

    BalasHapus
  2. Janadriyah ini mirip novel Sabtu Bersama Bapak (Aditya Mulya) atau Ayahku (bukan) Pembohong (Tere Liye) kalo menurut saya...

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan berbagi...
Bergembira selalu !!

Postingan populer dari blog ini

Chrisye Dalam Film Layar Lebar

Rabu, 21 September 2016 lalu sebuah press conference awal sebuah film yang segera produksi berjudul Chrisye diselenggarakan. Saya mengikuti kegiatan tersebut setelah sebelumnya mendaftar melalui komunitas Blogger Reporter ID (BRID). Ini merupakan pengalaman yang menarik bagi saya untuk mengikutinya. Sebab produksi film ternyata tak hanya melalui berbagai proses yang sangat panjang namun juga memerlukan keseiringan dengan promosinya. Treatment sebuah produksi film setahu saya memang memerlukan waktu yang tidak pendek. Dan seiring berjalan produksi treatment promosi juga dilakukan, ini mungkin juga merupakan salah satu strategi bagi production house untuk setidaknya mampu menggandeng sponsor untuk produksi film mereka.
Film Chrisye yang akan mulai produksi pada awal tahun 2017 digarap bersama MNC picture dan Vito Global Visi. Dan akan disutradarai oleh Rizal Mantovani seorang sutradara Film Layar lebar dan juga memiliki kedekatan personal dengan sosok Chrisye. Kisah seorang sosok Chrisy…

Pahlawan Masa Kini

Apa yang dimaksud dengan Pahlawan ? dan bagaimana kaitannya dengan waktu masa kini? Dua pertanyaan ini muncul ketika saya berulang membaca kalimat Pahlawan masa kini. Dan kemudian saya renungi dengan seksama kalimat itu. Apa sesungguhnya arti pahlawan bagi sebagian orang pada masa kini. Tidak ada salahnya merenungi sebuah kalimat untuk memahami lebih jauh apa makna yang terkandung didalamnya. Namun kemudian muncul pertanyaan untuk apa berupaya keras memahami maknanya dan hal ini pun menjadi deretan pertanyaan selanjutnya menggenangi rasa ingin tahu saya lebih jauh.
Pahlawan dalam pengertian yang lacur di pahami sebagian orang jika dikaitkan dengan perjuangan kemerdekaan RI adalah orang yang sedang berperang mengangkat senjata. Yaitu orang-orang yang hidup pada masa perang yang berjuang merebut kemerdekaan dari penjajah. Dan selalu identik dengan orang yang membawa senjata berperang di medan tempur untuk menjadi pahlawan. Padahal jika kita mau menelisik kearah sudut pandang lain bahwa …

Potong Rambut di Kaizen

Sebelum mudik seperti biasa saya rapih-rapihin rambut, soalnya mau ketemu dan sungkeman dengan mertua. Kalau nggak rapi gimana gitu..udah setahun nggak ketemu. Tempat potong rambut langganan di Bonang di komplek tempat tinggal kebetulan lagi tutup, untungnya saya punya tempat potong rambut favorit di mall. Sambil nemanin istri belanja sekalian deh melipir ke KAIZEN buat potong rambut. Soal harga memang beda jauh sih dengan tempat potong rambut di komplek saya, tapi hasil potongnya sama-sama memuaskan.


Awalnya paling nggak suka potong rambut di mall. Sewaktu jalan ke mall bareng istri KAIZEN di mall Sumarecon Serpong baru saja buka. Dan pas banget rambut lagi gondrong, jadi lah istri maksain potong rambut di KAIZEN. Waktu baru buka harganya masih promo kalau nggak salah sekitar 25ribu. Setiap potong rambut selalu ditanyain mau model rambut kayak apa, kalau saya sih selalu bilang 1 senti, si mbaknya udah paham. Soalnya dari awal buka sudah beberapa kali potong rambut di KAIZEN Sumare…